Turis dan pariwisata telah jadi bagian tersendiri dari sejarah Karibia. Karibia telah menjadikan pariwisata sebagai salah satu tonggak perekonomian mereka. Kebudayaan Karibia bagaikan pelangi setelah hujan, terdiri dari berbagai macam warna-warni yang mempesona. Pelangi ini bisa Anda temukan dan lihat dengan jelas di berbagai museum dan monumen di Karibia.
Perjalanan Anda ke museum-museum ini akan membuka mata Anda mengenai bagaimana kontribusi Karibia terhadap sejarah dan kebudayaan dunia. Sejarah penjajahan Karibia telah meninggalkan bekas yang mendalam yang justru memberikan kekayaan khasanah kultur bagi museum-museum nasional Karibia.
Semua koleksi yang menggambarkan rekaman peristiwa eksploitasi, perbudakan, penangkapan tokoh nasional, kolonialisasi dan imperialisasi tersimpan baik dan terawat. Selain itu, Anda pun dapat menjejaki sejarah purbakala mistis nan kuno lewat situs arkeologi yang tersebar di beberapa pulau Karibia.
Sejarah mengagumkan mengenai kebudayaan asli Karibia, meliputi kebudayaan suku Carib, Tainos, dan Arawak, dapat Anda ‘gali’ sendiri pada situs-situs seperti reruntuhan kuil Mayan. Atau jika Anda tidak suka berpanas-panasan di situs penggalian arkeologi, Anda dapat saja langsung melihat pengaruh budaya kuno ini lewat arsitektir interior maupun eksterior rumah-rumah penduduk asli di Karibia yang juga dipengaruhi budaya nenek moyang mereka.
Orang-orang Carib, sebagai bangsa pribumi Karibia, memegang teguh kepercayaan Mayan Kuno yang mengajarkan untuk mencintai alam mereka yang indah, tanah yang subur, dan kekayaan tambang mereka akan mineral bumi.
Tidak mengherankan jika Karibia memiliki pemandangan yang begitu indah hingga sekarang, karena kepercayaan orang-orang Carib ini secara tidak disadari telah mendarah daging di Karibia dari generasi ke generasi.
Percampuran kebudayaan mulai tumbuh di Karibia seiring dengan bertandangnya orang-orang Eropa, Afrika, dan Asia ke jajaran kepulauan nan indah ini. Hasilnya, Karibia menjadi salah satu tempat di dunia yang memiliki keberagaman budaya yang tinggi. Orang-orang Karibia terkenal sangat mencintai kedamaian dan anti perang. Hal tersebut tercipta dari adanya sifat saling pengertian terhadap kepercayaan, gaya hidup, dan budaya yang berbeda-beda.
Karibia merupakan salah satu dari sedikit tempat di dunia yang bebas dari agresi internal. Keunikan percampuran budaya yang terjadi di Karibia dapat kita lihat melalui bangunan-bangunan dan rumah-rumah mereka, kesenian mereka, bahasa mereka, kulinari, museum, dan monumen-monumen yang mereka miliki.
Orang-orang Karibia yang berbahasa Spanyol, tidak suka dipanggil sebagai orang-orang Latin atau Hispanic karena mereka merasa berbeda daripada orang-orang Amerika Tengah dan Selatan. Orang-orang ini memiliki dialek, budaya, tradisi, dan kepercayaan yang berbeda daripada orang Latin atau Hispanic yang ada di Amerika Tengah dan Selatan.
Negara-negara Karibia yang menggunakan bahasa Spanyol sebagai bahasa nasional antara lain Puerto Rico, Republik Dominica, dan Cuba. Pada masa kolonialisasi, tepatnya abad 16 hingga abad 19, negara-negara ini termasuk negara-negara yang sangat berapi-api melawan penjajahan bangsa-bangsa Eropa. Demikian pula pada masa perang dingin di abad 20.
Meski pun demikian, sampai saat ini masih ada beberapa negara Karibia yang tetap menjadi bagian dari negara-negara Eropa dan Amerika. Sejarah telah membentuk jati diri orang-orang Karibia, yang terkenal selalu menyambut hangat dan menghargai tamu-tamu mereka yang berasal dari seluruh penjuru dunia. Kedatangan orang-orang Eropa ke Karibia 500 tahun yang lalu telah memicu terjadinya perubahan yang dahsyat dalam hal struktur politik dan ekonomi baik bagi Karibia sendiri juga bagi dunia.
Pada saat kedatangan bangsa Eropa ke Karibia, sebagian besar pulau-pulau di Karibia dihuni oleh orang-orang pribumi dari ras Amerindian yang terbagi menjadi tiga kelompok besar yaitu: suku Taíno di Antilles Besar, Bahama dan Kepulauan Leeward; suku Carib dan Galibi di Kepulauan Windward; suku Ciboney di bagian barat Cuba.
Suku Taínos terbagi lagi menjadi tiga golongan yakni: Taínos Kuno, yang menduduki pulau Hispaniola dan Puerto Rico; Taínos Barat, yang menduduki Cuba, Jamaica, dan Kepulauan Bahama; Taínos Timur, yang menduduki Kepulauan Leeward. Sementara itu, Trinidad telah dihuni oleh kelompok suku berbahasa Carib dan Arawak.
Nama Karibia (Caribbean) diambil dari nama orang-orang pribumi yang pertama menghuni pulau-pulau tersebut, orang-orang Carib. Karibia dikenal juga dengan nama Hindia Barat (West Indies). Nama tersebut berasal dari kesalahan Christopher Columbus saat pertama kali mendaratkan kapalnya pada tahun 1492 dan mengira bahwa ia telah sampai di India. Selain itu, istilah Antilles berasal dari bahasa Spanyol yang merupakan nama lain dari laut Karibia yang lebih umum dalam bahasa-bahasa Eropa.
Segera setelah kedatangan Christopher Columbus, baik penjelajah Portugis mau pun Spanyol mulai mengklaim wilayah Amerika Tengah-Selatan dan sekitarnya, termasuklah di dalamnya Karibia. Koloni awal ini mengambil emas dari tanah jajahan dan membawanya ke Eropa terutama ke Inggris, Belanda, dan Perancis.
Bangsa-bangsa ini mendirikan koloni di Karibia dalam rangka menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Karibia menjadi rebutan koloni-koloni yang ada pada masa itu karena kekayaan sumber daya alamnya. Akibatnya, Karibia sering menjadi arena peperangan bangsa-bangsa Eropa selama berabad-abad.